Awas! Tipes Bisa Merobek Pencernaan!

Awas! Tipes Bisa Merobek Pencernaan!

Demam tifoid atau tipes banyak terjadi di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, demam tifoid tergolong penyakit endemik. Diperkirakan 500 dari tiap 100.000 penduduk Indonesia terserang demam tifoid setiap tahunnya.

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akibat bakteri Salmonella typhi. Penyakit infeksi ini umumnya menular melalui makanan atau minuman yang tercemar feses atau urine penderita. Jika tidak ditangani secara tepat, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang berakibat fatal.

Gejala demam tifoid muncul 7–14 hari setelah seseorang terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Seberapa lama gejala berlangsung tergantung pada perkembangan penyakit.

Penderita demam tifoid dapat mengalami gejala awal berupa: Demam yang meningkat secara bertahap hingga mencapai 39–40°c, sakit kepala, nyeri otot, lelah dan lemas, keringat berlebih, sakit perut, sembelit, pembengkakan di perut, linglung atau mengigau, halusinasi, diare, bab berdarah.

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, demam tifoid dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Beberapa komplikasi yang paling sering terjadi adalah:

  • Perdarahan di saluran pencernaan sehingga memerlukan transfusi darah
  • Robekan di saluran pencernaan, yang dapat berkembang menjadi peritonitis dan berakibat fatal
  • Peradangan di otot jantung (miokarditis)
  • Infeksi kandung kemih
  • Gagal ginjal
  • Peradangan di lapisan bagian dalam jantung (endokarditis)
  • Meningitis
  • Infeksi pembuluh darah
  • Pneumonia
  • Pankreatitis

Untuk mengatasi dan mencegah sakit tipes minumlah Ziman setiap hari. Ziman adalah nutrisi enzim aktif antioksidan yang efektif membantu menjaga kesehatan dan mengatasi tipes.

Untuk Pemesanan Klik Di Sini